Studio GAINAX, salah satu nama paling legendaris dalam sejarah anime Jepang, telah resmi berhenti beroperasi setelah dinyatakan bangkrut dan studio secara hukum dibubarkan. Langkah ini mengakhiri perjalanan panjang studio yang berdiri sejak 1984, meninggalkan warisan besar di industri animasi dunia.
Pengumuman ini dikonfirmasi melalui pernyataan resmi dari Hideaki Anno, co-founder Gainax dan pendiri Studio Khara, yang menyatakan bahwa proses kebangkrutan yang dimulai pada Mei 2024 telah selesai dan perusahaan tidak lagi ada secara hukum sejak 10 Desember 2025.
Gainax dikenal sebagai studio di balik sejumlah karya anime ikonis yang sangat berpengaruh, termasuk Neon Genesis Evangelion, FLCL, Gurren Lagann, Gunbuster, dan Panty & Stocking with Garterbelt. Seri-seri ini telah membantu membentuk era anime modern dan memengaruhi banyak kreator di seluruh dunia.
Perjalanan Gainax tidak selalu mulus. Sejak sekitar 2012, keputusan manajemen yang buruk dan langkah ekspansi yang buruk menyebabkan tekanan finansial meningkat secara signifikan. Studio mencoba berbagai usaha seperti pendirian cabang CG dan investasi lain, namun banyak yang gagal dan menumpuk utang besar.
Baca Juga : BANANA FISH Resmi Mendapatkan English Dub, Namun Versinya Dibuat dengan AI
Masalah semakin parah setelah penangkapan mantan presiden studio, Tomohiro Maki, pada 2019, yang merusak reputasi dan stabilitas internal perusahaan. Situasi tersebut memaksa Gainax berhenti memproduksi karya baru dan terus terlibat dalam sengketa hukum.
Hypebeast
Pada 29 Mei 2024, Gainax secara resmi mengajukan permohonan kebangkrutan ke Pengadilan Distrik Tokyo karena utang yang tidak lagi dapat dikelola. Sejak saat itu, kegiatan studio perlahan berhenti dan asetnya diproses untuk diserahkan kembali kepada pemilik karya dan kreator masing-masing.
Hideaki Anno, yang pernah terlibat dengan Gainax sejak awal berdirinya, menyatakan bahwa penutupan ini merupakan “akhir yang benar-benar mengecewakan” namun diterima dengan ketenangan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berupaya membantu penyelesaian proses kebangkrutan secara terhormat.
Sejumlah hak cipta dan materi produksi Gainax telah dialihkan atau dikembalikan kepada pemiliknya melalui kerja sama antara Khara, Kadokawa, dan studio lain, sehingga karya-karya penting studio tetap bisa dipelihara dan dihormati oleh para kreator asli.
Penutupan Gainax menandai berakhirnya sebuah era dalam sejarah anime Jepang, tetapi warisannya tetap hidup melalui karya-karyanya yang terus dicintai oleh generasi penonton baru dan lama. Alumni Gainax juga banyak mendirikan studio baru seperti Trigger, yang melanjutkan semangat inovatif dalam produksi anime.
Baca Juga : Produser ‘GUNDAM’ Live-Action Dikabarkan Mengincar Noah Centineo untuk Beradu Peran dengan Sydney Sweeney
Meskipun studio ini telah berhenti beroperasi secara hukum, pengaruh dan cerita yang diciptakan Gainax selama hampir 42 tahun akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah industri anime global.
